Mengenal Hypoxia, Kondisi yang Menyebabkan Choirul Huda Meninggal

Kabar meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda yang mengaalami benturan keras di bagian dada, disebut oleh pihak medis sebagai Hypoxia. Hypoxia sendiri juga dikenal sebagai kekurangan oksigen. Yang mana hal demikian telah disebutkan dan juga dijelaskan oleh perwakilan RSUD dr Soegiri Lamongan, dokter Yudistiro Andri Nugroho, spesialis Anestesi, saat jumpa pers beberapa waktu yang lalu.  Disebutkan kembali olehnya bahwa Choirul Huda mengalami trauma benturan dengan sesama pemain sehingga terjadi seperti yang disebutkan oleh pihak medis sebagai henti nafas dan henti jantung, ungkap dokter Yudistiro.

Berhentinya organ dari pernafasan dan juga jantung membuat tubuh maupun organ-organ penting yang lainnya tidak bisa memperoleh oksigen atau hypoxia. Penjelasan lebih lanjutnya adalah dimana pada saat seseorang kekurangan oksigen tersebut bisa saja terjadi pada siapa pun, tidak ssaja pada almarhum Choirul Huda. Misalnya sajaa pada saat kita sedang melakukan aktifitas sehari-hari seperti kita sedang tidur dan hidung tertutup bantal, orang itupun bisa saja mengalami yang namanya hypoxia.

“Kalau enggak ditutup bantal, kejadian itu bisa terjadi karena kecelakaan, benturan, atau tenggelam, sehingga terjadi trauma saluran napas. Saluran napas seperti hidung dan leher tertutup,” demikian penjelasan Dokter Dyah Wijayanti koordinator kesehatan KONI Jatim seperti dilansir laman Kompas.com Senin (16/10/).

Lantas, apa saja yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami hypoxia dan langkah pertama apa yang harus di ambil? Berikut penjelasannya :

Jika seseorang kekurangan oksigen atau mengalami gejala seperti hypoxia tersebut, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah  Resusitasi Jantung Paru (RJP).  Tahapannya sering juga disebut dalam istilah medis sebagai A-B-C.

A : Airway Control, artinya adalah penguasaan jalan napas.

“Empat menit dicek ada oksigen masuk atau enggak,” ujar dr Dyah.

Apabila lebih dari empat menit, maka sudah dapat dipastikan ada organ penting yang mengalami kerusakan akibat kekurangan dari oksigen tersebut. Caranya mudah saja, Anda cukup berkomunikasi dengan korban seperti misalnya menanyakan nama, dan apa yang tengah ia rasakan. Hal ini bertujuan untuk mengecek batas kesadaran korban dan juga jaalan napasnya.

B: Breathing Support, yang berarti adalah  bantuan pernapasan yang sering dilakukan dengan cara dari mulut ke mulut.

C: Circulatory Support,  ini maksudnya yaitu bantuan sirkulasi. Yang mana jika kita menemukan korban yang sedang kekurangan oksigen, Anda harus memijat di bagian dada atau diluar jantung guna membantu melancarkan sirkulasi darah dan juga oksigen.

Nah, langkah – langkah diatas adalah pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami hypoxia, namun setelah itu tetap wajib dan harus di bawa kerumah sakit. Menurut dr.Diyah, dari video yang terlihat pada saat Choirul Huda mengalami incident tersebut nampak  sekali jika lidah choirul Huda tertelan dan menutupi jalan napas yang mengakibatkan otot-otot melemas karena kehilangan kesadaran.

Leave a Comment